Festival Kopi Nusantara Count Down


00

days


00

hours


00

minutes


00

seconds


Sambutan dari Pengagas Program


Salam Kental Kopi Nusantara,

Indonesia telah dikenal sebagai penghasil kopi berkualitas di dunia. Bahkan dari segi jumlah produksi, Indonesia berada di posisi ke-4 terbesar di dunia Tapi hal ini tidak dibarengi dengan kebiasaan mengkonsumsi kopi dari masyarakat Indonesia. Data International Coffee Organization (ICO) mencatat konsumsi kopi Indonesia periode 2016/2017 berada di urutan ke-6 negara dengan konsumsi kopi terbesar di dunia di bawah Rusia.

Hal ini menyebabkan lebih banyak biji kopi Indonesia yang diekspor ke luar negeri. Padahal citarasa kopi Indonesia paling beragam dibanding karakter rasa kopi negara lain.

Saat ini, kopi telah menjadi gaya hidup kaum urban Indonesia. Menjamurnya kafe-kafe yang menjajakan minuman maupun kemasan kopi dapat meningkatkan konsumsi minuman hasil olahan biji kopi nasional. Selain menaikkan nilai jual, munculnya kedai-kedai tersebut juga diharapkan dapat mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif dari komoditas kopi, baik untuk pasar domestik maupun ekspor.

Berawal dari kecintaan yang mendalam terhadap kopi Nusantara, Bank Indonesia menginisiasi berbagai macam kegiatan berskala lokal maupun nasional dengan melibatkan UKM Binaan dari BI di beberapa kantor wilayah. Dan di tahun 2019 ini, untuk pertama kalinya BI menyelenggarakan “Festival Kopi Nusantara” yang menjadi ajang pameran dan juga ajang bisnis, yang ditujukan bagi masyarakat pecinta kopi dan pelaku industri kopi.

Ragam acara sudah kami siapkan. Mulai dari pameran dan bazar kopi yang berasal dari 22 provinsi, demo seduh kopi, kontes barista, sampai dengan alunan musik di panggung hiburan.

Berlokasi di Kawasan Kota Tua Jakarta yang menjadi simbol sentra niaga di era kolonial, “Festival Kopi Nusantara” akan menjadi ajang tahunan para pelaku industri kopi dan penikmat kopi Nusantara, sambil menikmati nuansa yang berbeda.

Kegiatan “Festival Kopi Nusantara” adalah sebuah kolaborasi kental antara Bank Indonesia, Indonesian Tourism Information Center (ITIC), Pemda DKI Jakarta, dan berbagai pihak lainnya. Diharapkan penyelenggaraan “Festival Kopi Nusantara” dapat menambah geliat industri kopi Nusantara dan mengangkat derajat kopi Nusantara di kancah nasional dan internasional.

Sampai Jumpa di “Festival Kopi Nusantara”, 18-19 September 2019 di Kota Tua Jakarta!

Djoko Raharto
Penggagas “Festival Kopi Nusantara”

Tentang Festival Kopi Nusantara

Sebuah langkah inisiatif dari Bank Indonesia untuk berkontribusi dalam industri kopi Indonesia, dengan memberikan kesempatan kepada petani kopi dari berbagai belahan Indonesia untuk memperkenalkan citarasa khas kopi dari daerah masing-masing. Di ‘Festival Kopi Nusantara’, para petani kopi juga dapat mengembangkan bisnis dan jejaring untuk kemajuan industri kopi Indonesia. Sedangkan bagi masyarakat luas, selain dapat menikmati seduhan kopi dari berbagai daerah, mereka juga dapat memperluas wawasan mengenai kopi dengan beraneka kegiatan menarik yang berkaitan dengan kopi, kompetisi barista, workshop, kompetisi kopi special, sampai hiburan di panggung.

Fakta Kopi Nusantara


home_party_list

Peringkat

Menurut International Coffee Organization (ICO), Indonesia menempati peringkat keempat terbesar di dunia dari segi hasil produksi sebanyak 648.000 metrik ton, setelah Brazil, Vietnam, dan Kolombia.

home_party_list

Supply

Indonesia mampu menyuplai tujuh persen kebutuhan kopi dunia.

home_party_list

Hari Kopi

Hari Kopi Nasional jatuh setiap 11 Maret

home_party_list

Tiga Macam

Biji kopi yang tumbuh di Indonesia, pada dasarnya terdiri atas tiga macam, yaitu biji kopi Arabika, Kopi Robusta, dan Kopi Liberika.

home_party_list

Kopi arabika Indonesia

Kopi arabika Indonesia cukup terkenal di dunia, sehingga menempatkan Indonesia sebagai eksportir kopi spesial arabika terbesar ke-2 di dunia dengan volume mencapai 150 ribu ton ekspor per tahun.

home_party_list

Identitas Kopi Indonesia

Kopi Indonesia mempunyai "identitas" sesuai dengan daerah tempat kopi ditanam. Seperti Kopi Sidikalang, Kopi Lintong, Kopi Bali, Kopi Papua, atau Kopi Gayo. Kopi-kopi ini memang memiliki cita rasa berbeda, sebagai penanda beragamnya nuansa yang ditawarkan kopi-kopi nusantara.

home_party_list

Provinsi Produsen Kopi

Berdasarkan Data BPS 2017, 5 provinsi produsen kopi terbesar adalah: Sumatera Selatan (18,11 %), Lampung (17,44%), Aceh (10,27%), Sumatera Utara (9,90%) dan Jawa Timur (9,73%)

home_party_list

Perkebunan Rakyat

Perkebunan Rakyat mendominasi pengusahaan perkebunan kopi (95,46%). Di tahun 2017, Perkebunan Rakyat tercatat seluas 1.205 juta hektar.

home_party_list

Komoditas Ekspor Unggulan

Kopi merupakan komoditas ekspor unggulan Indonesia yang merupakan penghasil devisa terbesar keempat setelah kelapa sawit, karet dan kakao dengan nilai devisa lebih dari USD 1,4 Milyar dan menyerap lapangan kerja lebih dari 1,89 juta Kepala Keluarga

home_party_list

Ekspor

Produksi kopi Indonesia sebagian besar diekspor ke mancanegara dan sisanya dipasarkan di dalam negeri.

home_party_list

Lima Benua

Ekspor Kopi alam Indonesia menjangkau lima benua yaitu Asia, Afrika, Australia, Amerika, dan Eropa dengan pangsa utama di Eropa.

home_party_list

Lima Besar Negara Pengimpor

Pada tahun 2016, lima besar negara pengimpor Kopi alam Indonesia adalah United States, Jerman, Malaysia, Italy, dan Russia. Volume ekspor ke Unites States mencapai 63,253 ribu ton atau 13,52 persen dari total volume ekspor kopi Indonesia dengan nilai US$ 256,466 juta. (Statistik Kopi Indonesia, BPS, 2017

home_party_list

Kopi Luwak

Kopi Luwak merupakan kopi termahal di dunia, dengan harga mencapai USS 700/ kilogram. Kopi Luwak banyak diproduksi di Sumatera, Jawa, Bali, dan Sulawesi.

home_party_list

Kopi Spesial

Kopi spesial atau premium tumbuh di iklim istimewa dan ideal, serta berbeda karena rasanya yang lengkap dan memiliki sedikit kecacatan atau bahkan tidak ada sama sekali. Rasa yang unik ini adalah hasil dari karakteristik dan komposisi tanah tempat kopi-kopi tersebut ditanam.

home_party_list

Keunikan Rasa

Keunikan rasa ini juga menjadi keunggulan biji kopi arabika Tanah Air seperti Sumatera Solok Minang, Jawa Malabar, Sulawesi Toraja, Papua Wamena, serta Sumatera Sidikalang.

Profil Kopi Peserta


Indonesia dikenal sebagai salah satu produsen dengan kualtias terbaik dan karkter yang kaya. Karakter kopi di Indonesia ditentukan dari tempat asalnya,dimana lingkungan tempat kopi tumbuh akan berpengaruh pada aroma dan rasanya.
Kopi Arabica merupakan jenis kopi yang banyak terdapat di Indonesia, dimana kopi jenis ini dapat tumbuh dengan baik di daerah dengan ketinggian lebih dari 1.000 meter di atas permukaan laut. Kondisi geografis Indonesia yang memiliki banyak daerah dataran tinggi sangat menguntungkan industri kopi, karena kopi yang tumbuh di dataran tinggi biasanya memiliki kualitas superior.
Adapun kopi Robusta yang tumbuh di bawah ketinggian 1000 meter di atas permukaan laut. Indonesia memiliki berbagai jenis kopi Arabica dan Robusta, misalnya kopi Arabica Sumatra Lintong, Mandailing, Aceh Gayo, Kopi Luwak, Toraja, hingga Arabica Java.
Karakteristik kopi akan muncul dan terasa ketika biji kopi dibakar dan mengeluarkan aromanya, bSehingga rasa kopinya pun akan berbeda sesuai dengan karakteristik daerah asalnya.
Biasanya karakteristik kopi dibedakan atas body (kekentalan), flavor (rasa), dan tingkat keasaman (acidity). Tingkat acidity (keasaman di lidah) berbanding terbalik dengan body (kekentalan di mulut) kopi. Ada yang menggemari kopi pekat, adapula yang lebih senang minum kopi ringan. Hal ini ditentukan oleh faktor alam seperti jenis tanah, tinggi tanah dari permukaan laut, varietas kopi, serta faktor manusia seperti metode pemrosesan dan lama penyimpanan.
Pekan Kopi Nusantara menghadirkan beragam karakter kopi yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Beberapa kopi yang dapat Anda nikmati diantaranya:

home_party_list_1

Java Ciwidey

Awalnya kopi ini ditanam pada abad ke-17 dan di ketinggian 1500-1600 meter di Ciwidey, wilayah Bandung-Jawa Barat. Kopi ini dipetik langsung menggunakan tangan oleh para petani dengan metode handpick/selective pick. Kemudian, diproses melalui metode semi washed yaitu pencucian dan penjemuran secara alami. Biji kopi ini memiliki rasa yang kaya/flavorful serta aroma yang khas. Aroma yang yang tercium adalah aroma smoky yang berasal dari kacang-kacangan, wangi bunga, buah, dan sedikit herbal. Sensasi rasa seperti karamel mentega serta manis cokelat akan ditemui di tipe biji kopi ini. Dengan karakter big body, membuat kopi Java Ciwidey terasa menyegarkan dengan rasa akhir yang lembut dan tahan lama.

home_party_list_2

Aceh Gayo

Kopi single origin yang ditanam dan tumbuh pada daerah sekitar dataran tinggi pegunungan vulkanik Aceh tepatnya di daerah Kabupaten Gayo, Aceh. Kopi aceh gayo juga dipetik langsung menggunakan tangan oleh para petani dengan metode handpick/selective pick. Kemudian, biji kopi diproses melalui metode semi washed yaitu pencucian dan penjemuran secara alami.
Kondisi alam dari dataran tinggi Gayo memberikan pengaruh besar terhadap kualitas dari aroma dan rasa kopi yang dihasilkan. Kopi Aceh Gayo memiliki aroma khas yang kuat antara perpaduan kesegaran buah pisang dan aroma rempah-rempah. Karakteristik lainnya adalah karakter kopinya yang full body dan mempunyai rasa manis seperti rasa vanilla/caramel/hazelnut. Perpaduan rasa yang menyenangkan tersebut akan terasa pada after taste-nya.

home_party_list_3

Sumatera Lintong

Salah satu kopi sumatera yang tumbuh dari daerah Dataran Tinggi Lintongnihuta dekat dengan Danau Toba. Kopi ini juga dipetik langsung menggunakan tangan oleh para petani dengan metode handpick/selective pick. Lalu, biji kopi diproses melalui metode fully washed yaitu dengan proses pencucian menggunakan air. Kopi ini memiliki aroma khas kopi Sumatera yaitu aroma alami kesegaran tanah yang tersiram air hujan (earthy). Juga beberapa aroma yang lainnya seperti cokelat, buah-buahan tropis, dan rempah-rempah. Tingkat keasaman kopi yang kuat yang membuat kesegaran kopi ini tertinggal lama di mulut setelah diminum. Rasa yang lengkap dari dark chocolate dan juga tembakau semakin menguatkan karakteristik kopi asal Sumatera.

Rasakan pula pengalaman menikmati kopi dari berbagai daerah lainnya di Indonesia, diantaranya: Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Sumatera Selatan Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera Barat, DI Yogyakarta, Bali, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, hingga Papua!