Fakta Kopi Nusantara

home_party_list

Produsen Terbesar ke-4

Menurut International Coffee Organization (ICO), Indonesia menempati peringkat keempat terbesar di dunia dari segi hasil produksi sebanyak 648.000 metrik ton, setelah Brazil, Vietnam, dan Kolombia.

home_party_list

Kontribusi Kopi Indonesia

Indonesia mampu menyuplai tujuh persen kebutuhan kopi dunia.

home_party_list

Hari Kopi Nasional

Hari Kopi Nasional jatuh setiap 11 Maret.

home_party_list

Jenis Kopi di Indonesia

Biji kopi yang tumbuh di Indonesia, pada dasarnya terdiri atas tiga macam, yaitu biji kopi Arabika, Kopi Robusta, dan Kopi Liberika.

home_party_list

Kopi Arabika Indonesia

Kopi arabika Indonesia cukup terkenal di dunia, sehingga menempatkan Indonesia sebagai eksportir kopi spesial arabika terbesar ke-2 di dunia dengan volume mencapai 150 ribu ton ekspor per tahun.

home_party_list

Identitas Kopi Indonesia

Kopi Indonesia mempunyai "identitas" sesuai dengan daerah tempat kopi ditanam. Seperti Kopi Sidikalang, Kopi Lintong, Kopi Bali, Kopi Papua, atau Kopi Gayo. Kopi-kopi ini memang memiliki cita rasa berbeda, sebagai penanda beragamnya nuansa yang ditawarkan kopi-kopi nusantara.

home_party_list

Derah Produsen Kopi Terbesar

Berdasarkan Data BPS 2017, 5 provinsi produsen kopi terbesar adalah: Sumatera Selatan (18,11 %), Lampung (17,44%), Aceh (10,27%), Sumatera Utara (9,90%) dan Jawa Timur (9,73%)

home_party_list

Kontribusi Perkebunan Rakyat

Perkebunan Rakyat mendominasi pengusahaan perkebunan kopi (95,46%). Di tahun 2017, Perkebunan Rakyat tercatat seluas 1.205 juta hektar.
home_party_list

Kontribusi Kopi terhadap Devisa

Kopi merupakan komoditas ekspor unggulan Indonesia yang merupakan penghasil devisa terbesar keempat setelah kelapa sawit, karet dan kakao dengan nilai devisa lebih dari USD 1,4 Milyar dan menyerap lapangan kerja lebih dari 1,89 juta Kepala Keluarga

home_party_list

Tujuan Produksi Kopi

Produksi kopi Indonesia sebagian besar diekspor ke mancanegara dan sisanya dipasarkan di dalam negeri.

home_party_list

Jangkauan Ekspor Kopi

Ekspor Kopi alam Indonesia menjangkau lima benua yaitu Asia, Afrika, Australia, Amerika, dan Eropa dengan pangsa utama di Eropa.

home_party_list

Volume Ekspor Kopi

Pada tahun 2016, lima besar negara pengimpor Kopi alam Indonesia adalah United States, Jerman, Malaysia, Italy, dan Russia. Volume ekspor ke Unites States mencapai 63,253 ribu ton atau 13,52 persen dari total volume ekspor kopi Indonesia dengan nilai US$ 256,466 juta. (Statistik Kopi Indonesia, BPS, 2017)

home_party_list

Kopi Termahal di Dunia

Kopi Luwak merupakan kopi termahal di dunia, dengan harga mencapai USS 700/ kilogram. Kopi Luwak banyak diproduksi di Sumatera, Jawa, Bali, dan Sulawesi.

home_party_list

Kopi Specialty

Kopi specialty atau premium tumbuh di iklim istimewa dan ideal, serta berbeda karena rasanya yang lengkap dan memiliki sedikit kecacatan atau bahkan tidak ada sama sekali. Rasa yang unik ini adalah hasil dari karakteristik dan komposisi tanah tempat kopi-kopi tersebut ditanam. Keunikan rasa ini juga menjadi keunggulan biji kopi arabika Tanah Air seperti Sumatera Solok Minang, Jawa Malabar, Sulawesi Toraja, Papua Wamena, serta Sumatera Sidikalang.

Profil Kopi Peserta

Indonesia dikenal sebagai salah satu produsen dengan kualtias terbaik dan karkter yang kaya. Karakter kopi di Indonesia ditentukan dari tempat asalnya,dimana lingkungan tempat kopi tumbuh akan berpengaruh pada aroma dan rasanya. Kopi Arabica merupakan jenis kopi yang banyak terdapat di Indonesia, dimana kopi jenis ini dapat tumbuh dengan baik di daerah dengan ketinggian lebih dari 1.000 meter di atas permukaan laut.

Kondisi geografis Indonesia yang memiliki banyak daerah dataran tinggi sangat menguntungkan industri kopi, karena kopi yang tumbuh di dataran tinggi biasanya memiliki kualitas superior.Adapun kopi Robusta yang tumbuh di bawah ketinggian 1000 meter di atas permukaan laut. Indonesia memiliki berbagai jenis kopi Arabica dan Robusta, misalnya kopi Arabica Sumatra Lintong, Mandailing, Aceh Gayo, Kopi Luwak, Toraja, hingga Arabica Java. Karakteristik kopi akan muncul dan terasa ketika biji kopi dibakar dan mengeluarkan aromanya, Sehingga rasa kopinya pun akan berbeda sesuai dengan karakteristik daerah asalnya. 

Biasanya karakteristik kopi dibedakan atas body (kekentalan), flavor (rasa), dan tingkat keasaman (acidity). Tingkat acidity (keasaman di lidah) berbanding terbalik dengan body (kekentalan di mulut) kopi. Ada yang menggemari kopi pekat, adapula yang lebih senang minum kopi ringan. Hal ini ditentukan oleh faktor alam seperti jenis tanah, tinggi tanah dari permukaan laut, varietas kopi, serta faktor manusia seperti metode pemrosesan dan lama penyimpanan.

Festival Kopi Nusantara di Kota Tua”menghadirkan beragam karakter kopi yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia; Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Sumatera Selatan Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera Barat, DI Yogyakarta, Bali, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, hingga Papua!